Kita Selepas Hujan

Kamis, 04 Februari 2016

Hujan terakhir saat kau pergi. Orang-orang pulang ke masa lalu, sekedar menjenguk ingatan atau mengambil percakapan-percakapan yang belum pernah kita bicarakan.

Kesetiaan tak pernah berwujud nyata. Ia adalah perjalanan pulang, seperti Ainun seperti Alina atau penyair-penyair yang selalu berhasil memilih cara untuk mati.

Kau akan mengerti, tidak lukaku.

Seorang lelaki di ujung jembatan memandang laut. Melihat mata perempuan yang sangat ia cintai.

Perpisahan tak selalu tentang pergi. Ia adalah pelepasan tanpa pelukan, seperti surat yang tak pernah sampai atau dua orang saling cinta dan memilih diam.

Hujan terakhir saat kau pergi.
Puisi adalah luka-luka yang kita beri nama.

***
kutip; .... Ketika kita mencintai seseorang, kita telah menyakiti seseorang lainnya.

Karya: Munir Wael

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

tentang DUNIAKU

Pulanglah,
sekali lagi

bukannya kita tak jauh-jauh soal rindu?
aku menunggumu di sini
dengan merah jingganya langit.

Cari Blog Ini