Perempuan Berselimutkan Purnama

Sabtu, 23 April 2016

perihal purnama malam ini:
aku ingin menyapamu dengan kata yang di ucapkan hati
tentang apa dan mengapa sebuah rasa itu harus ada

kita tak akan mengerti
mengapa senja slalu hilang tak kala gelap menghampiri
nyatanya sesuatu yang pergi slalu tergantikan dengan yang tak pernah kita sadari

seperti malam yang menyediakan bintang
hujan yang menyediakan pelangi
dan kamu yang menyediakan cinta

aku ingin bermimpi
membisikkan harapan pada kantuk
hingga saaat terbangun nanti
yang ada hanyalah senyum manis wajahmu

malam ini semoga kau hadir dalam mimpiku
perempuan berselimutkan purnama...

oleh: milhan torhan wael

Cinta Untuk Maria

Jumat, 11 Maret 2016

dikamar ini aku menyendiri

hanya lilin yang menerangi
bila sepi mengusik hati
jiwa ini terasa mati

jika senja bertirai malam
hanya dingin yang mencekam
kesepian yang semakin dalam
mata ini pun enggan terpejam

puisi untuk Maria
aku ciptakan saat mata enggan terpejam lama
kuluahkan perasaan dalam dada
mengukir kemesraan tanpa bayangan nyata
hanya lilin yang selalu mneyinari dan yang mampu membukakan mata

cinta untuk Maria
tak bisa dibeli dengan keindahan dunia
takkan terganti oleh mahalnya permata
hanya Maria gadis imajinasi yang aku cintai

oleh: Putra Samual


Hujan dan Memori

Rabu, 09 Maret 2016

Maukah kau kucintai dengan cinta yang pernah kecewa?
masih murnikah cinta yang pernah kecewa?
apakah cinta itu cuma cinta pertama?
kalau cinta pertama memang tak punya makna, lantas punya maknakah cinta-cinta berikutnya?
aku ingin mencintaimu dengan cinta yang pernah kecewa, maukah kau menerimanya?
maukah kau mencintai cinta yang pernah kecewa?
aku ingin mencintaimu dengan cinta yang pernah kecewa, bukan dengan metafora-metafora seperti penyair tua yang sok tahu tentang cinta itu!
tapi apakah kau juga akan mencintaiku dengan cinta yang pernah kecewa?

air hujan yang jatuh dari wuwungan rumah selalu mengingatkanku padamu
entah kenapa air hujan selalu mengingatkanku padamu
apakah air hujan juga selalu mengingatkanmu padaku?
entah kenapa air hujan selalu mengingatkanku padamu

baiklah aku akan melupakanmu seperti kau sudah melupakan namaku waktu kemarin kita bertemu di tangga-tangga batu di kota kecil yang jauh itu.

aku akan melupakanmu tapi aku akan mengingat namamu
aku akan melupakanmu tapi aku akan mengingat wajahmu
aku akan melupakanmu tapi aku akan mengingat cintamu, dulu.

mana mungkin hujan berhenti turun ke bumi
mana mungkin aku berhenti mengenangmu
mana mungkin kau berhenti melupakanku.

Jogjakarta, 18 April 2013
oleh: Saut Situmorang

Diberdayakan oleh Blogger.

tentang DUNIAKU

Pulanglah,
sekali lagi

bukannya kita tak jauh-jauh soal rindu?
aku menunggumu di sini
dengan merah jingganya langit.

Cari Blog Ini