Entah apa aku mengenalimu
Rinduku Nur Fauzah
berlalu adalah sesuatu yang kita sebut waktu
menghilang entah yang tak pernah kita sadari
disampingku, secangkir kopi mulai habis
puas mendengar sebuah lagu dari film yang aku tak tahu judulnya
sesekali, melodi ini kunyanyikan bersama ingatan
senyum singkatmu kujadikan lirik sederhana tentang apa dan mengapa yang berulang kali gagal kusebutkan
Nur Fauzah
ketika merindu hanyalah sebuah dosa, aku hanya bisa melihatmu lewat doa
bermain dengan apa yang aku sebut harapan, hingga yang tersisa hanyalah samar-samar wajahmu
aku ingin bermimpi
mengajakmu menikmati indahnya fatamorgana
dan saat terbangun nanti, aku akan sadar, bahwa sesuatu yang ada hanyalah ketiadaan yang kita ciptakan
suaramu masih kujadikan kenangan pertama
melukis harapan untuk cinta yang sesaat
mungkin kau takkan mengerti
mengapa aku menuliskanmu dalam tulisan ini
sebab, ketika semua telah hilang
menulis adalah cara hati menggambarkan sesuatu yang spesial dalam memori
perlahan, tulisan ini akan memudar atau bahkan dilupakan
sebaiknya begitu
dan apabila bertemu nanti
aku ingin melihat senyummu
dan aku akan berkata "Terima Kasih Allah, telah menjadikannya bahagia"
Untukmu...
puisi selanjutnya klik disini
Pagimu Alexandria
Kuberi apa untuk judul sarapanmu pagi ini
ketika rindu mulai terbit
aku sendiri
Menangis di atas kertas
Kusebut Itu Langit Merah Jingga
29 hari (februari kini)
Pertemuan yang singkat, usai oleh gelap yang menamakan dirinya malam
percakapan-percakapan yang terhenti oleh kebisuan, lidah yang membeku
di jembatan itu, kulihat sepasang mata untuk yang terakhir kalinya
katamu baiklah, aku yang pergi atau kau yang pergi
atau begini saja, kita sama-sama pergi
sejak malam itu, rindu sekali lagi membunuhku
senja, hujan, malam, mana yang kau pilih untuk cerita ini?
februari kini, 29 hari telah berlalu
Entahlah
Aku yang pergi atau kau yang pergi?
Atau begini saja
Kita sama-sama pergi
Entahlah...
Katamu baiklah
Aku yang pergi
Sejak malam itu rindu sekali lagi membunuhku
Mungkin...
Hanya Untuk Dikenang
tentang DUNIAKU
sekali lagi
bukannya kita tak jauh-jauh soal rindu?
aku menunggumu di sini
dengan merah jingganya langit.